Sidang Khas Dewan Rakyat Bahas Laporan RCI Tabung Haji

Pemerintah berharap dapat menggelar sidang khas Dewan Rakyat dalam waktu dekat untuk membahas Laporan Suruhanjaya Siasatan Diraja (RCI) terkait Lembaga Tabung Haji (TH). Menteri Komunikasi Datuk Seri Fahmi Fadzil menyampaikan bahwa isu ini penting dan memerlukan perhatian serta perdebatan oleh para anggota parlemen.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim telah meminta Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Undang-Undang dan Reformasi Institusi) Datuk Seri Azalina Othman Said untuk berkoordinasi dengan Yang Dipertua Dewan Rakyat Tan Sri Johari Abdul dalam menentukan tarikh sidang khas tersebut. Pernyataan ini disampaikan Fahmi ketika mengulas keputusan Jemaah Menteri mengenai pendedahan dan pengelasan semula laporan RCI dari status Akta Rahsia Rasmi (OSA) 1972.

Rencana sidang khas Dewan Rakyat

Menurut Fahmi, sidang mesyuarat ketiga tahun ini dijadwalkan mulai awal Oktober, namun Perdana Menteri berharap sidang khas dapat diadakan lebih cepat karena urgensi pembahasan. Dalam kesempatan itu, Fahmi mengutip kata-kata Perdana Menteri mengenai perlunya pengkajian mendalam oleh wakil rakyat:

“Sidang mesyuarat ketiga tahun ini akan bermula pada awal Oktober, tetapi Perdana Menteri berharap kita boleh adakan dalam masa yang tidak terlalu lama kerana perkara ini sangat penting dan perlu diteliti, dibahaskan oleh Ahli-Ahli Parlimen,” katanya.

Pengelasan semula laporan RCI

Jemaah Menteri memutuskan untuk mengubah status laporan RCI yang semula berada di bawah Akta Rahsia Rasmi (OSA) 1972 sehingga memungkinkan pendedahan lebih luas. Fahmi menyampaikan bahwa proses ini melibatkan pertimbangan pengurusan TH dan urgensi untuk memastikan laporan dapat diakses publik tanpa mengganggu proses pemulihan agensi.

Temuan RCI dan pelaksanaan saran

Dalam mesyuarat hari ini, Pengerusi TH yang juga anggota RCI, Tan Sri Abdul Rashid Hussain, memberi taklimat kepada Jemaah Menteri mengenai temuan siasatan. Fahmi menjelaskan bahwa pengurusan Tabung Haji membutuhkan waktu sebelum menyetujui pendedahan laporan karena fokus pada pemulihan kondisi kewangan dan pelaksanaan saran-saran yang diajukan.

Fahmi menyebut bahwa dari 25 syor dalam RCI, sekitar 75 persen telah berhasil dilaksanakan oleh pengurusan saat ini. Upaya pemulihan tersebut juga tercermin dalam pengumuman kadar agihan keuntungan (dividen) sebesar 3.5 persen untuk tahun lalu.

Peran JAKIM dan langkah komunikasi

Sesuai keputusan pengelasan semula, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) sebagai urus setia akan menerbitkan dan mendedahkan laporan berkenaan kepada umum, hari ini. Kebijakan ini diharapkan memberi transparansi sekaligus memungkinkan perdebatan di peringkat Dewan Rakyat.

Sebelum hadir ke sidang kerajaan, Fahmi sempat melakukan lawatan ke Pejabat Pertubuhan Berita Nasional Malaysia (Bernama) Biro Negeri Sembilan, yang menjadi bilik operasi agensi itu untuk liputan Pilihan Raya Negeri (PRN) Negeri Sembilan ke-16.

Pemerintah menegaskan bahwa pembahasan di Parlemen nanti akan menjadi langkah penting untuk menilai temuan RCI, menilai kemajuan pelaksanaan saran, dan menentukan langkah-langkah lanjutan bagi pemulihan serta tata kelola Tabung Haji.

Sumber: Astroawani