Oposisi politik di Norwegia menuntut agar Spanyol keluar sementara dari zona Schengen, demikian dilaporkan Koran Jakarta pada 4 Agustus 2026. Tuntutan tersebut menjadi sorotan terkait aturan pergerakan lintas batas di Eropa.
Zona Schengen dikenal sebagai area di mana perjalanan antarnegara berlangsung tanpa pemeriksaan paspor di banyak negara Eropa. Namun, negara anggota memiliki mekanisme untuk memberlakukan kembali kontrol perbatasan selama kondisi tertentu.
Tuntutan Oposisi Norwegia
Koran Jakarta melaporkan bahwa partai oposisi di Norwegia mengajukan tuntutan agar Spanyol dikeluarkan sementara dari perjanjian Schengen. Laporan tersebut mencatat adanya desakan politik terkait status Spanyol dalam zona bebas perbatasan itu.
Aturan Dasar Zona Schengen
Zona Schengen memungkinkan warga dan pengunjung melintasi perbatasan antaranggota tanpa pemeriksaan paspor rutin. Prinsip ini diterapkan pada sebagian besar negara Eropa yang tergabung dalam perjanjian tersebut.
Kondisi untuk Mengaktifkan Kembali Kontrol Perbatasan
Meskipun kebijakan bebas pemeriksaan menjadi dasar Schengen, setiap negara anggota dapat mengaktifkan kembali kontrol perbatasan untuk jangka waktu tertentu apabila ada alasan yang dianggap memenuhi ketentuan internasional.
Sumber Peliputan
Informasi ini disiarkan oleh Koran Jakarta pada 4 Agustus 2026 (08:33). Laporan tersebut menjadi rujukan utama mengenai tuntutan oposisi Norwegia terhadap posisi Spanyol dalam zona Schengen.
Perkembangan lebih lanjut terkait tuntutan dan respons dari pihak terkait belum tercantum dalam laporan awal yang menjadi sumber berita ini.
Sumber: Koran Jakarta ®
