Produksi Emas Tiongkok Turun 15%, Konsumsi Perhiasan Anjlok 34%

Asosiasi Emas Tiongkok merilis data terbaru yang menunjukkan pelemahan tajam pada pasar domestik sepanjang paruh pertama 2026. Produksi emas dan permintaan perhiasan sama-sama mencatat penurunan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam rilis yang dipublikasikan pada 6 Agustus, asosiasi menyebutkan bahwa produksi emas turun hampir 15% secara tahunan, sementara konsumsi perhiasan emas anjlok hampir 34% — sebuah penurunan yang digambarkan sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Statistik utama dari laporan

Laporan Asosiasi Emas Tiongkok memuat angka-angka utama untuk semester I 2026: penurunan produksi hampir 15% year-on-year dan penurunan konsumsi perhiasan hampir 34% year-on-year. Data ini menunjukkan perubahan yang tajam dalam aktivitas industri dan permintaan domestik selama enam bulan pertama tahun berjalan.

Rincian penurunan produksi

Menurut rilis 6 Agustus, volume produksi emas pada paruh pertama 2026 lebih rendah hampir 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini disajikan oleh Asosiasi Emas Tiongkok sebagai bagian dari statistik resmi mereka untuk memantau kondisi sektor pertambangan dan pemurnian emas.

Konsumsi perhiasan turun signifikan

Laporan yang sama mencatat konsumsi perhiasan emas mengalami penurunan hampir 34% secara tahunan. Besaran penurunan tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, menandakan pelemahan permintaan konsumen terhadap produk perhiasan emas di Tiongkok.

Catatan waktu dan sumber data

Angka-angka ini dirilis tanggal 6 Agustus oleh Asosiasi Emas Tiongkok dan dilaporkan oleh beberapa media yang mengambil data dari rilis resmi asosiasi. Laporan menyorot hasil untuk paruh pertama tahun 2026 tanpa menyertakan analisis penyebab dalam ringkasan statistik tersebut.

Laporan Asosiasi Emas Tiongkok menjadi acuan terbaru untuk mengamati dinamika produksi dan konsumsi emas di pasar domestik selama semester pertama 2026.

Sumber: The Epoch Times