Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak jenis Pertalite bagi kelompok masyarakat berpenghasilan atas. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi beban anggaran subsidi energi.
Rencana tersebut menargetkan warga pada desil 9-10, kelompok ekonomi atas, sebagai sasaran pembatasan. Menurut laporan, kebijakan ini berpotensi memangkas pengeluaran subsidi hingga Rp 17 Triliun. Dilaporkan Kontan Co Id pada 2026-08-12 09:00:03.
## Sasaran kebijakan
Pembatasan ditujukan pada desil 9-10, yang dikategorikan sebagai kelompok ekonomi atas. Fokus kebijakan adalah mempersempit akses terhadap subsidi BBM yang dinilai lebih tepat sasaran ketika diarahkan untuk golongan berpenghasilan lebih rendah.
## Perkiraan penghematan subsidi
Sumber menyebut potensi penghematan subsidi sebesar Rp 17 Triliun jika pembatasan terhadap pembelian Pertalite untuk kelompok atas dilaksanakan. Angka ini mencerminkan estimasi dampak fiskal dari pengurangan konsumsi BBM bersubsidi di segmen tersebut.
## Tujuan anggaran
Langkah pembatasan dimaksudkan untuk menekan beban anggaran subsidi energi. Dengan memfokuskan subsidi pada kelompok yang lebih membutuhkan, pemerintah berharap alokasi anggaran subsidi menjadi lebih efisien.
## Status informasi dan langkah selanjutnya
Laporan sumber menyampaikan gagasan pembatasan dan besaran potensi penghematan, namun rincian teknis pelaksanaan belum dirinci dalam ringkasan tersebut. Perkembangan kebijakan, mekanisme verifikasi sasaran, dan tahapan implementasi perlu dijelaskan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pengelolaan subsidi energi yang lebih terarah. Publik dan pemangku kepentingan akan mengamati penjelasan resmi mengenai detail pelaksanaan dan dampaknya terhadap konsumen serta anggaran negara.
Sumber: Kontan Co Id
