Seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Yadollah Javani, memperingatkan perubahan sikap strategi militer Iran. Menurut Javani, meskipun tindakan militer Iran selama ini bersifat defensif setelah pecahnya permusuhan, kemampuan untuk beralih ke operasi ofensif tersedia bila situasi menuntut.
Pernyataan Javani, yang dilaporkan oleh Sindonews pada 17 Agustus 2026, menegaskan kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk mengambil langkah lebih agresif jika diperlukan. Ia juga memperingatkan pihak lawan agar siap menghadapi kemungkinan kejutan strategis.
Perubahan doktrin militer menurut IRGC
Javani menjelaskan bahwa doktrin yang dikedepankan selama ini bersifat pertahanan. Namun, doktrin tersebut tidak bersifat statis; kemampuan untuk berubah menjadi ofensif tetap dijaga sebagai opsi jika kondisi keamanan menuntut langkah demikian.
Kesiapan angkatan bersenjata
Menurut pernyataan yang diberitakan, angkatan bersenjata Iran dinyatakan sepenuhnya siap untuk mengadopsi postur ofensif. Pernyataan ini menekankan kesiapan personel dan strategi militer tanpa merinci langkah operasional spesifik.
Peringatan kepada pihak lawan
Javani memberi peringatan terbuka kepada lawan agar tidak mengabaikan kemungkinan perubahan strategi. Ia menyebut bahwa pihak-pihak yang berseteru harus siap menghadapi kemungkinan terjadinya kejutan strategis dari Iran.
Sumber dan konteks pernyataan
Informasi mengenai pernyataan Brigjen Yadollah Javani dipublikasikan oleh Sindonews pada 17 Agustus 2026. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas situasi keamanan yang digambarkan sebagai permusuhan sejak awal konflik.
Pernyataan Javani menegaskan bahwa meskipun aksi Iran sejauh ini diklaim bersifat defensif, opsi ofensif tetap menjadi bagian dari strategi militer bila dianggap perlu. Langkah selanjutnya tergantung pada perkembangan lapangan dan keputusan pengambil kebijakan militer.
Sumber: Sindonews
