China mengusulkan pembentukan zona sumber terbuka untuk kecerdasan buatan (AI) bagi negara-negara anggota BRICS, kata Presiden Xi Jinping saat konferensi puncak kelompok tersebut di New Delhi pada Ahad, 13 September. Gagasan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama teknologi antaranggota.
Menurut Xi, inisiatif itu merupakan bagian dari pendekatan AI yang bersifat sumber terbuka dan inklusif, dengan penekanan pada kolaborasi dalam pengembangan serta penggunaan teknologi terkait. Rencana tersebut diangkat dalam forum yang melibatkan kumpulan 11 negara itu.
Rencana zona AI sumber terbuka
Usulan yang dikemukakan Presiden Xi menempatkan China sebagai pelopor dalam pembentukan kawasan bersama untuk pengembangan AI terbuka bagi anggota BRICS. Detail teknis dan mekanisme operasional zona ini belum dipaparkan secara rinci dalam keterangan yang disampaikan di New Delhi.
Pemaparan Xi Jinping di KTT BRICS
Pada sidang puncak BRICS di New Delhi, Xi menjadikan inisiatif AI sumber terbuka dan inklusif sebagai salah satu sorotan. Pernyataan itu disampaikan di hadapan delegasi dari kumpulan 11 negara itu dan menjadi bagian dari agenda diskusi terkait kerja sama teknologi.
Ruang lingkup inisiatif
Menurut penjelasan yang disampaikan, inisiatif tersebut mencakup kerja sama dalam pengembangan serta penggunaan teknologi AI. Pendekatan yang ditawarkan menekankan sifat terbuka dan inklusif sebagai dasar kolaborasi antaranggota BRICS.
Langkah selanjutnya bagi negara anggota
Usulan pembentukan zona sumber terbuka AI kini menjadi salah satu agenda yang diangkat dalam pertemuan puncak. Implementasi dan tahap berikutnya akan bergantung pada pembahasan lebih lanjut di antara negara-negara anggota BRICS.
Inisiatif ini menunjukkan fokus teknologi sebagai bagian dari upaya kerja sama internasional yang dibahas pada KTT BRICS di New Delhi, 13 September.
Sumber: Portal Berita Rtm
