JAKARTA, 14 September 2026 — Nilai tukar rupiah tercatat mengalami penurunan sebesar 58 poin menyusul reshuffle yang melibatkan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan tersebut merupakan respons pasar terhadap pergantian menteri atau reshuffle terkait Purbaya Yudhi Sadewa.
Dampak pada Nilai Tukar Rupiah
Pergerakan nilai tukar yang menunjukkan pelemahan sebesar 58 poin menjadi indikator awal respons pasar terhadap isu kabinet. Angka tersebut tercatat dalam laporan yang beredar pada hari ini.
Komentar Pengamat Ibrahim Assuaibi
Ibrahim Assuaibi, sebagai pengamat mata uang dan komoditas, menilai bahwa pasar telah merespons reshuffle yang menyangkut Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI. Pernyataan ini menekankan adanya keterkaitan antara keputusan kabinet dan dinamika pasar keuangan.
Reshuffle Purbaya Yudhi Sadewa
Perubahan posisi kabinet yang melibatkan Purbaya Yudhi Sadewa disebut dalam laporan sebagai pemicu sentimen pasar. Informasi yang beredar memicu reaksi di sisi nilai tukar pada periode pelaporan.
Respons Pasar dan Sentimen
Dalam penilaian pengamat, pasar bereaksi cepat terhadap kabar reshuffle tersebut, tercermin dari penurunan nilai tukar yang dilaporkan. Pergerakan ini menjadi salah satu sinyal awal bagaimana sentimen politik dapat memengaruhi kondisi keuangan.
Laporan ini disusun berdasarkan pemberitaan JPNN pada 14 September 2026, yang mencatat penurunan rupiah dan komentar pengamat terkait reshuffle Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI.
Sumber: Jpnn
