PT Pegadaian mempercepat langkah untuk menjaring investor di Sulawesi Selatan sebagai target layanan gadai efek, sejalan dengan lonjakan aktivitas di pasar modal. Langkah ini hadir untuk memberikan opsi pembiayaan baru bagi pemegang efek yang membutuhkan likuiditas.
Program gadai efek Pegadaian menawarkan plafon pinjaman yang besar hingga Rp20 miliar dan menerapkan layanan berbasis sistem online untuk mempermudah akses dan proses bagi nasabah. Informasi ini dilaporkan oleh Bisnis.com pada 20 Juni 2026.
Strategi penawaran di pasar modal Sulsel
Pegadaian memposisikan layanan gadai efek sebagai alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh investor di Sulsel. Penawaran ini disusun untuk merespons meningkatnya aktivitas investor di pasar modal yang menjadi sasaran produk.
Plafon pinjaman hingga Rp20 miliar
Salah satu fitur utama layanan tersebut adalah batas maksimal pinjaman mencapai Rp20 miliar. Besaran plafon ini menunjukkan fokus pada nasabah dengan kebutuhan likuiditas signifikan yang berdasar pada aset efek mereka.
Sistem online mempercepat akses nasabah
Penerapan alur layanan secara online disebut mempermudah akses dan proses gadai efek bagi calon nasabah. Dengan sistem digital, Pegadaian bertujuan meminimalkan hambatan operasional dan mempercepat pencairan bagi investor pemegang efek.
Pelaku pasar dan implikasi lokal
Inisiatif ini dipandang sebagai respons korporasi terhadap dinamika pasar modal yang terus meningkat. Bagi investor di Sulsel, fasilitas gadai efek membuka opsi untuk memperoleh likuiditas tanpa harus melepas kepemilikan efek secara langsung.
Detail lebih lanjut mengenai mekanisme, persyaratan, dan alur pengajuan dapat diperoleh dari kanal resmi Pegadaian dan laporan sumber media yang memberitakan inisiatif ini.
Sumber: Bisnis.com
