Said Abdullah Tekankan Peran Guru Ngaji di Sumenep

MH Said Abdullah menyoroti peran strategis guru ngaji dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep. Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkokoh rasa persatuan dan toleransi di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, MH Said Abdullah menegaskan pentingnya kontribusi pendidikan agama nonformal—seperti yang diberikan oleh guru ngaji—untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan sikap saling menghormati antarwarga.

Peran Guru Ngaji dalam Pendidikan Nilai

Menurut MH Said Abdullah, guru ngaji memiliki posisi penting dalam membentuk pemahaman moral dan etika di komunitas. Peran mereka bukan sekadar mengajarkan bacaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang mendukung kehidupan bermasyarakat.

Penguatan Nilai Kebangsaan

Dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar, pesan yang disampaikan menekankan bahwa nilai kebangsaan perlu dijaga dan disebarkan melalui berbagai saluran pendidikan. Guru ngaji disebut sebagai salah satu unsur yang dapat membantu menyampaikan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

Toleransi dan Persatuan sebagai Fokus

MH Said Abdullah juga mengaitkan peran guru ngaji dengan upaya memupuk toleransi serta memperkuat persatuan. Pendidikan berbasis nilai yang diberikan guru ngaji dipandang dapat mendorong sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Pesan untuk Penguatan Komunitas

Pesan utama yang disampaikan menegaskan kebutuhan sinergi antara tokoh pendidikan agama dan elemen masyarakat lain untuk menjaga kohesi sosial. Peran guru ngaji diharapkan terus didorong dalam kerangka memperkuat empat pilar kebangsaan.

Kegiatan tersebut tercatat berlangsung di Sumenep pada 23 Juni 2026, dengan fokus pada upaya memperluas pemahaman tentang nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan melalui peran tokoh pendidikan agama nonformal seperti guru ngaji.

Sumber: Berita Jawa Timur