Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, semakin intens mempersiapkan diri menjelang Pilpres 2029. Salah satu langkah yang mencuri perhatian publik adalah penggunaan jingle berjudul MBG (Mas Bahlil Ganteng) untuk meningkatkan eksposur dan daya tarik.
Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, menilai strategi tersebut relevan dengan dinamika komunikasi politik saat ini. Menurutnya, penggunaan musik pendek atau jingle dapat berperan sebagai alat promosi yang efektif di ranah digital.
Peran jingle dalam komunikasi politik digital
Hasyibulloh menekankan bahwa format musik singkat mudah menyebar di media sosial dan platform digital, sehingga potensinya besar untuk meningkatkan pengenalan terhadap figur politik. Pernyataannya, sebagaimana dikutip, adalah: “Kalau dilihat di era digital dan media sosial, jingle atau musik bisa menjadi sarana untuk meningkatkan popularitas politisi, khususnya lagu MBG–Mas Bahlil Gante..”
Strategi Bahlil menjelang Pilpres 2029
Manuver Bahlil dipandang sebagai upaya sistematis untuk membangun citra dan menjaga relevansi publik menjelang kontestasi pemilihan presiden. Penggunaan jingle dianggap sebagai salah satu taktik komunikasi yang mudah diterima khalayak luas di era digital.
Pandangan ahli terhadap efektivitas
Menurut pengamat dari Ethical Politics tersebut, keberhasilan jingle dalam meningkatkan popularitas bergantung pada bagaimana materi itu diproduksi dan didistribusikan. Di era platform digital, viralitas dan interaksi pengguna menjadi kunci penyebaran pesan politik lewat musik pendek.
Implikasi bagi kampanye politik
Penggunaan jingle seperti MBG mencerminkan pergeseran strategi kampanye menuju pendekatan yang lebih kreativ dan berbasis konten digital. Langkah ini sekaligus menunjukkan upaya Bahlil menjaga visibilitasnya di tengah persaingan politik menjelang 2029.
Dilaporkan oleh Republik Merdeka pada 9 Juni 2026, langkah jingle MBG menjadi salah satu sorotan dalam dinamika awal menuju Pilpres 2029 dan menandai bagaimana alat komunikasi populer digunakan di panggung politik modern.
Sumber: Republik Merdeka
