KJRI Nouméa dan AINO Rawat Warisan Jawa 130 Tahun

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Nouméa bersama Association Indonésienne Nord Ouest (AINO) memperingati 130 tahun keberadaan masyarakat Jawa di Kaledonia Baru. Perayaan ini digelar sebagai bentuk pengakuan atas jejak sejarah komunitas Jawa di wilayah tersebut.

Peringatan itu berlangsung dalam kegiatan bertajuk Journée Culturelle, yang diselenggarakan di Koné, Kaledonia Baru, pada Sabtu (8/8/2026) waktu setempat. Acara dimaksudkan untuk menjaga warisan budaya Jawa sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat setempat.

Penyelenggara dan tujuan acara

KJRI Nouméa dan Association Indonésienne Nord Ouest (AINO) menjadi penyelenggara utama. Mereka menempatkan peringatan 130 tahun ini sebagai momen untuk merawat identitas budaya dan memperkuat hubungan antara keturunan Indonesia dengan komunitas lokal.

Lokasi dan pelaksanaan

Journée Culturelle dilaksanakan di Koné, Kaledonia Baru, pada Sabtu (8/8/2026). Pilihan lokasi ini menjadi tempat berkumpulnya masyarakat keturunan Indonesia yang merayakan sejarah panjang kehadiran mereka di wilayah tersebut.

Peran generasi muda dan masyarakat setempat

Peringatan dimaknai sebagai kesempatan untuk mengenalkan unsur-unsur budaya Jawa kepada generasi muda serta publik lokal. Upaya ini diharapkan membantu mempertahankan pengetahuan budaya dan mendorong keterlibatan lintas generasi.

Upaya pelestarian warisan budaya

Kegiatan seperti Journée Culturelle menjadi salah satu cara komunitas dan lembaga diplomatik bekerja bersama menjaga tradisi yang telah berlangsung selama 130 tahun. Momentum ini juga menegaskan pentingnya pelestarian identitas budaya dalam konteks multikultural Kaledonia Baru.

Kegiatan peringatan 130 tahun keberadaan masyarakat Jawa di Kaledonia Baru oleh KJRI Nouméa dan AINO menegaskan komitmen untuk menjaga dan mengenalkan warisan budaya Jawa kepada generasi penerus serta masyarakat luas.

Sumber: Rakyat Merdeka