Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 2026, Jumat (14/8/2026). Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di MPR menilai pidato tersebut menegaskan arah pembangunan yang harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Fraksi PKB menyorot penekanan Presiden pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengelolaan kekayaan alam. Menurut PKB, ketiga hal itu perlu diarahkan agar manfaatnya benar-benar kembali ke rakyat.
Respons Fraksi PKB
Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamaz ZUlfa Hiz, menyampaikan bahwa pidato kenegaraan memberikan penegasan penting mengenai arah pembangunan Indonesia. Fraksi menegaskan posisi untuk memastikan janji-janji tersebut tidak berhenti pada retorika.
Fokus pada Investasi dan Kekayaan Alam
Fraksi PKB menyoroti bahwa investasi dan pengelolaan sumber daya alam harus ditempatkan sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan. Penilaian itu dilontarkan menyusul penekanan Presiden dalam pidato kenegaraan mengenai perlunya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Upaya Mengawal Janji
Berdasarkan sikap yang disampaikan, Fraksi PKB menyatakan kesiapannya untuk mengawal janji-janji Presiden di ruang legislatif dan forum MPR. Pengawalan dimaksudkan agar kebijakan terkait investasi dan pengelolaan kekayaan alam berorientasi pada kepentingan publik.
Impak bagi Kesejahteraan Rakyat
PKB menilai bahwa bila pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai penegasan pidato kenegaraan, manfaat ekonomi dari investasi dan sumber daya alam bisa berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.
Laporan ini berdasarkan pemberitaan Rakyat Merdeka, 16 Agustus 2026, yang mengutip pernyataan Fraksi PKB MPR terkait pidato kenegaraan Presiden pada Sidang Tahunan MPR RI 2026.
Sumber: Rakyat Merdeka
