Bamsoet Dukung Karnaval VW Kodok Dorong Ekonomi Kreatif

Anggota DPR sekaligus Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan VBC Pagi-Pagi Party (VW Kodok). Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang pertemuan komunitas, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Penyelenggaraan yang diinisiasi Volkswagen Beetle Club (VBC) bekerja sama dengan Sarinah menghadirkan suasana silaturahmi antar pecinta mobil klasik Volkswagen. Event tersebut memadukan unsur hobi, seni, dan peluang usaha mikro yang relevan bagi pengembangan komunitas dan lokal bisnis.

Bamsoet Apresiasi Peran Komunitas

Bamsoet menilai inisiatif komunitas otomotif seperti VBC bisa menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi kreatif. Kehadiran figur publik dan organisasi otomotif mempertegas bagaimana event otomotif dapat memberi manfaat lebih luas daripada sekadar pameran kendaraan klasik.

Kolaborasi VBC dan Sarinah

Kolaborasi antara Volkswagen Beetle Club dan Sarinah menjadi kerangka penting bagi penyelenggaraan VBC Pagi-Pagi Party (VW Kodok). Peran Sarinah sebagai mitra dinilai mendukung penyelenggaraan yang bersifat komunal dan komersial, sekaligus membuka akses bagi pelaku UMKM.

Rangkaian Kegiatan yang Diselenggarakan

Acara menghadirkan beberapa kegiatan berupa Beetle Fun Contest, Photography Contest, serta Bazaar UMKM. Kombinasi kegiatan tersebut memperlihatkan perpaduan antara kompetisi hobi, apresiasi fotografi, dan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk mempromosikan produk.

Dorongan bagi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Dengan menempatkan unsur ekonomi kreatif dalam agenda komunitas otomotif, event seperti VW Kodok dinilai mampu menarik perhatian publik dan wisatawan. Hal ini berpotensi memperkuat peran sektor kreatif dan pariwisata dalam ekosistem kegiatan otomotif klasik.

Penyelenggaraan VBC Pagi-Pagi Party (VW Kodok) menjadi contoh bagaimana komunitas dan mitra strategis bisa bersinergi untuk memajukan kegiatan yang ramah bagi pecinta otomotif sekaligus memberi ruang bagi pelaku ekonomi lokal.

Sumber: Rakyat Merdeka