Teknologi Satelit Boya Kurangi Biaya Operasi Nelayan

PASIR PUTEH, 23 Ogos — Penggunaan teknologi satelit boya dinilai berpotensi membantu nelayan mengenal pasti lubuk ikan dengan lebih tepat, sehingga dapat mengurangi beban biaya operasi, terutama bahan bakar. Pernyataan ini disampaikan oleh Pengerusi Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia (LKIM), Muhammad Faiz Fadzil.

Menurut Muhammad Faiz Fadzil, teknologi tersebut saat ini masih dalam tahap projek rintis dan penerapannya terbatas pada perairan Labuan. LKIM memantau perkembangan proyek untuk menilai efektivitasnya bagi sektor perikanan.

Bagaimana teknologi satelit boya membantu nelayan

Teknologi satelit boya dirancang untuk memberi informasi lokasi lubuk ikan sehingga nelayan dapat menentukan titik tangkapan dengan lebih akurat. Dengan data lokasi yang lebih tepat, waktu pencarian di laut bisa dipersingkat dan penggunaan bahan bakar diminimalkan.

Manfaat ekonomis bagi operasi perikanan

Penerapan teknologi ini berpotensi mengurangi biaya operasi armada nelayan, terutama pengeluaran untuk bahan bakar. Efisiensi lokasi tangkap yang meningkat juga memungkinkan pengurangan jam operasional di laut, yang berimbas pada penurunan biaya langsung.

Status projek rintis LKIM

Pengerusi LKIM menegaskan bahwa inisiatif ini masih berada pada tahap projek rintis. Implementasi saat ini dilaksanakan di perairan Labuan, dan informasi lebih rinci mengenai perluasan atau evaluasi lanjutan belum diumumkan.

Pemantauan dan langkah selanjutnya

LKIM terus memantau hasil projek rintis untuk menilai sejauh mana teknologi satelit boya bisa diterapkan lebih luas. Sampai informasi resmi berikutnya dikeluarkan, penerapan masih terbatas pada lokasi uji coba yang disebutkan.

Pernyataan resmi dan perkembangan terkait proyek ini disampaikan oleh Muhammad Faiz Fadzil melalui keterangan LKIM, dan pihak berwenang akan mengumumkan langkah selanjutnya bila evaluasi projek rintis sudah lengkap.

Sumber: Portal Berita Rtm