Kepala Pemerintahan Maroko, Aziz Akhannouch, menegaskan kemitraan strategis antara Maroko dan Prancis kini memasuki tahap implementasi penuh. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan puncak bilateral yang digelar di Rabat.
Akhannouch berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Prancis Sbastien Lecornu setelah Pertemuan Tingkat Tinggi (HLM) Maroko-Prancis ke-15. Dalam pertemuan tersebut disepakati 11 perjanjian baru sebagai bagian dari penguatan kerja sama kedua negara.
HLM ke-15 di Rabat
Pertemuan tingkat tinggi ke-15 antara Maroko dan Prancis berlangsung di Rabat pada Kamis waktu setempat. Delegasi kedua negara menggelar pembicaraan yang diakhiri dengan konferensi pers bersama pejabat kedua pemerintahan.
11 Perjanjian Baru
Hasil HLM mencatat adanya 11 perjanjian baru yang disepakati oleh kedua pihak. Kesepakatan ini menjadi bukti lanjutan dari upaya memperdalam hubungan bilateral antara Maroko dan Prancis.
Implementasi Kemitraan
Akhannouch menegaskan bahwa Kemitraan Luar Biasa yang diinisiasi oleh Raja Mohammed VI dan Presiden Emmanuel Macron kini beralih ke fase pelaksanaan penuh. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk menerjemahkan kesepakatan yang dicapai ke langkah nyata.
Langkah Selanjutnya
Dengan penandatanganan perjanjian baru, kedua pemerintahan diharapkan fokus pada pelaksanaan dan tindak lanjut. Konferensi pers bersama pejabat dari kedua negara mempertegas niat untuk melanjutkan kerja sama sesuai kerangka yang telah disepakati.
Perkembangan ini menggarisbawahi intensifikasi hubungan antara Maroko dan Prancis, yang sejak awal dirancang untuk menjadi kemitraan yang lebih erat di bawah inisiatif pemimpin kedua negara. Berbagai pihak akan memantau implementasi perjanjian yang baru disepakati untuk mengetahui langkah konkret yang akan dijalankan selanjutnya.
Sumber: Republik Merdeka
