Konfrontasi di Selat Hormuz: AS dan Iran Bentrok Lagi

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah terjadi serangan bolak-balik di kawasan Selat Hormuz. Perkembangan ini menempatkan kesepakatan damai antara Washington dan Teheran pada posisi yang terancam.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya melancarkan operasi militer di sekitar Selat Hormuz. Pernyataan itu mencantumkan sejumlah sasaran yang menjadi fokus serangan.

Klaim Serangan oleh CENTCOM

Menurut keterangan CENTCOM, operasi tersebut menargetkan sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, radar pesisir, serta rudal antikapal. Dalam pernyataannya, CENTCOM juga menyebut menghantam lebih dari 60 kapal cepat yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di perairan sekitar Selat Hormuz.

Sasaran dan Cakupan Operasi

Pernyataan CENTCOM merinci bahwa serangan dilakukan terhadap berbagai perangkat dan infrastruktur militer yang berperan dalam pengendalian lalu lintas dan kemampuan serang di wilayah perairan tersebut. Lokasi operasi dilaporkan berada di area sekitar Selat Hormuz.

Ancaman terhadap Kesepakatan Damai

Konfrontasi senjata ini menimbulkan kekhawatiran bahwa upaya diplomasi antara Washington dan Teheran bisa terganggu. Laporan awal menyebut bahwa rangkaian serangan berpotensi menggagalkan atau menunda realisasi kesepakatan damai yang sedang dibahas.

Laporan ini berdasarkan pemberitaan Rakyat Merdeka tanggal 9 Juli 2026. Perkembangan lebih lanjut masih mungkin muncul seiring adanya konfirmasi tambahan dari pihak terkait.

Sumber: Rakyat Merdeka