Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) mulai menerapkan prosedur perentak jantung tanpa wayar, sebuah teknologi modern yang dirancang untuk menjaga ritme jantung tetap normal. Teknologi ini dikenal sebagai Leadless Pacemaker dan ditujukan terutama bagi pasien dengan bradycardia atau detak jantung yang terlambat.
Berbeda dari pemasangan alat pacu jantung konvensional, inovasi tanpa wayar menghilangkan kebutuhan pembuatan kantong di bawah kulit serta penarikan kabel ke dalam jantung. Penggantian teknik ini dilaporkan meningkatkan kenyamanan bagi pasien yang membutuhkan stimulasi listrik untuk mempertahankan denyut jantung.
Apa itu Perentak Jantung Tanpa Wayar
Perentak jantung tanpa wayar adalah alat kecil yang ditanamkan langsung ke dalam jantung dan mengirimkan impuls listrik untuk menstimulasi detak. Perangkat ini bekerja tanpa memerlukan kabel atau kantong di bawah kulit, sehingga berbeda dari sistem pacu jantung tradisional.
Manfaat bagi pasien
Salah satu keunggulan utama adalah pengurangan kebutuhan akan pembedahan membuat kantong subkutan dan pemasangan kabel intrakardiak. Pendekatan tanpa wayar disebut memberikan kenyamanan lebih bagi pasien, khususnya mereka yang mengalami detak jantung lambat atau bradycardia.
Perbandingan dengan metode konvensional
Metode konvensional biasanya melibatkan pembuatan kantong di bawah kulit dan penyaluran kabel ke jantung untuk menghubungkan alat pacu dengan jaringan jantung. Dengan teknologi tanpa wayar, langkah-langkah tersebut tidak lagi diperlukan, sehingga prosedur dan pengalaman pascaoperasi bisa berbeda dibandingkan teknik lama.
Implementasi di HCTM
HCTM kini melaksanakan prosedur ini sebagai bagian dari layanan kardiologi mereka. Pelaksanaan teknologi Leadless Pacemaker di rumah sakit tersebut dilaporkan untuk menangani kebutuhan pasien yang memerlukan stimulasi elektrik untuk menjaga ritme jantung.
Informasi mengenai penerapan perentak jantung tanpa wayar ini dilaporkan oleh Utusan Malaysia. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan pilihan terapi yang lebih nyaman bagi pasien dengan gangguan ritme jantung.
Sumber: Utama
