Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mengambil sikap yang tegas terkait posisi politiknya di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid. Desakan muncul sebagai respons atas dugaan keterlibatan kader PDIP dalam aksi mahasiswa belakangan ini, yang memicu perhatian publik setelah politikus PDIP Andi Widjajanto terlihat di antara masa aksi.
## Reaksi PKB terhadap Dugaan Keterlibatan
Jazilul menekankan pentingnya kejelasan politik dari PDIP agar tidak terjadi kebingungan peran di ruang publik. Sikap tegas menurutnya diperlukan untuk menentukan apakah partai berada di barisan pemerintahan atau di luar sebagai oposisi.
## Pernyataan Jazilul Fawaid
Dalam tanggapannya, Jazilul mengatakan: “Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena,..” Kutipan itu menggarisbawahi permintaan PKB agar PDIP segera memberi kepastian posisi politiknya.
## Peran Andi Widjajanto dalam Perdebatan Publik
Kehadiran Andi Widjajanto di tengah massa aksi menjadi salah satu pemicu perdebatan soal hubungan PDIP dengan gerakan mahasiswa. PKB menilai penjelasan internal dari PDIP diperlukan untuk meredam spekulasi.
## Dampak pada Koalisi Pemerintahan
PKB menyoroti bahwa ambiguitas sikap partai politik di pemerintah dapat berpotensi menimbulkan kebingungan publik. Karena itu, partai-partai diminta memperjelas posisi agar penonton politik mengetahui peta dukungan terhadap kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan resmi PKB tersebut disampaikan pada 18 Juni 2026 dan dilaporkan oleh Republik Merdeka. Isu ini masih menjadi perhatian publik menjelang dinamika politik ke depan.
Sumber: Republik Merdeka
