Purbaya Janji Meratakan Pertumbuhan hingga Maluku-Papua

Menkeu Purbaya berjanji meratakan laju pertumbuhan ekonomi sampai ke wilayah Maluku dan Papua, yang tercatat paling rendah pada triwulan II 2026. Data menunjukkan angka pertumbuhan di kedua provinsi tersebut sebesar 1,36% pada periode itu.

Purbaya mengatakan upaya pemerataan akan dilanjutkan dengan langkah-langkah untuk menggali mesin-mesin pertumbuhan baru agar kesenjangan antarwilayah dapat diperkecil. Pernyataan ini dilaporkan oleh Suara pada 7 Agustus 2026.

Pertumbuhan Terendah: Maluku dan Papua 1,36% pada Triwulan II 2026

Menurut laporan yang dikutip, Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan ekonomi 1,36% pada triwulan II 2026, posisi terendah dibandingkan daerah lain. Angka ini menjadi sorotan karena menunjukkan perlunya perhatian khusus pada pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Janji Menkeu Purbaya untuk Meratakan Pertumbuhan

Menkeu Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar pemerataan ekonomi hingga wilayah-wilayah yang pertumbuhannya masih rendah. Janji tersebut menempatkan fokus pada upaya kebijakan dan sinergi antarlevel pemerintahan demi mendorong perbaikan kondisi ekonomi di daerah-daerah tertinggal.

Menggali Mesin Pertumbuhan Baru

Sesuai pernyataannya, Purbaya akan menggali dan mengembangkan mesin-mesin pertumbuhan baru sebagai bagian dari strategi mempersempit kesenjangan wilayah. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menciptakan sumber pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi daerah yang saat ini tertinggal.

Tantangan Pemerataan dan Arah Kebijakan

Pemerataan pertumbuhan ekonomi ke wilayah-wilayah dengan angka rendah seperti Maluku dan Papua menuntut kebijakan yang terfokus dan koordinasi lintas sektor. Tantangan yang perlu dihadapi meliputi infrastruktur, akses pasar, dan kapasitas daerah untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan baru.

Upaya pemerintah untuk meratakan pertumbuhan serta mencari mesin pertumbuhan baru akan menjadi agenda penting ke depan, terutama untuk memastikan manfaat pemulihan ekonomi dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber: Suara