Pemerintah Suriah mengeluarkan kecaman keras terhadap kunjungan yang disebut ilegal oleh otoritasnya, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginjakkan kaki di Surah selatan pada Rabu (9/9). Langkah tersebut memicu reaksi marah dari Damaskus yang menilai kunjungan itu tidak memiliki izin.
Insiden ini dilaporkan oleh media lokal dan internasional, menyoroti ketegangan yang timbul akibat tindakan pemimpin Israel tersebut. Pemerintah Suriah menegaskan keberatannya terhadap kehadiran Netanyahu di wilayah yang diklaim sebagai bagian dari negaranya.
Reaksi Pemerintah Suriah
Pemerintah Suriah menyatakan kecaman keras atas kunjungan yang dianggap ilegal itu. Pernyataan resmi menyiratkan keberatan kuat dari Damaskus terhadap tindakan yang dianggap melanggar aturan dan kedaulatan wilayah negara.
Rincian Kunjungan Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tercatat menginjakkan kaki di Surah selatan pada Rabu (9/9). Kunjungan tersebut digambarkan oleh pihak Suriah sebagai tindakan tanpa izin, namun rincian lebih lanjut mengenai durasi atau agenda kunjungan tidak disertakan dalam laporan awal.
Laporan Media
Berita mengenai kunjungan dan reaksi Suriah dilaporkan oleh CNNIndonesia. Liputan awal memfokuskan pada kecaman resmi Damaskus dan fakta bahwa Netanyahu melakukan kunjungan ke wilayah yang dipersoalkan.
Konteks Waktu
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 9 September, dan dilaporkan ke publik melalui media pada 10 September 2026. Tanggal dan waktu pelaporan tercantum dalam kilasan berita yang dirilis oleh sumber terkait.
Pernyataan resmi dari pemerintah Suriah dan laporan media itu memperlihatkan ketegangan diplomatik terkait kunjungan tersebut, sementara perkembangan lebih lanjut belum dijabarkan dalam sumber yang tersedia.
Sumber: Cnnindonesia
