Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkap beberapa poin kunci dari perjanjian damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan ditandatangani pekan ini di Swiss.
Dalam pidato yang dirilis Senin, Vance menyebut perjanjian itu sebagai “kesepakatan damai besar” yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional sekaligus memastikan Iran “tidak pernah memiliki senjata nuklir”.
Poin utama yang diungkap Vance
Vance menyoroti dua aspek utama yang menurutnya menjadi inti perjanjian tersebut: pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan jaminan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato resmi yang dirilis pada hari Senin.
Implikasi bagi pelayaran internasional
Menurut Vance, perjanjian ini akan memulihkan akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal internasional. Pernyataan tersebut menekankan upaya untuk menjaga kelancaran lalu lintas maritim di jalur yang strategis bagi perdagangan global.
Jadwal penandatanganan di Swiss
Perjanjian itu dijadwalkan untuk ditandatangani pekan ini di Swiss. Informasi rinci mengenai pihak-pihak yang hadir atau agenda lengkap penandatanganan tidak diuraikan dalam pidato yang dirilis Vance.
Pernyataan resmi dan konteks
Pidato Vance yang memuat perincian tersebut dirilis pada hari Senin. Dalam pernyataannya, ia menggunakan istilah “kesepakatan damai besar” untuk menggambarkan cakupan dan tujuan perjanjian.
Liputan6 melaporkan pernyataan ini pada 2026-06-17 00:29:08.
Sumber: Liputan6
