Perry Warjiyo Paparkan 5 Strategi Jaga Stabilitas Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memaparkan lima strategi untuk memperkuat dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di hadapan Komisi XI DPR. Paparan itu tercatat dalam pemberitaan yang dipublikasikan pada 10 Juni 2026.

Dalam pertemuan dengan Komisi XI, Perry menegaskan posisi bank sentral terkait kebijakan nilai tukar. Pernyataan kunci yang disampaikan adalah sebagai berikut:

“BI akan tetap berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan guna memperkuat & menjaga stabilitas nilai tukar rupiah”

Pemaparan di hadapan Komisi XI DPR

Perry Warjiyo memaparkan rangkaian lima strategi kepada anggota Komisi XI DPR sebagai bagian dari tanggung jawab BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Paparan ini menjadi salah satu agenda interaksi antara bank sentral dan legislatif mengenai arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar.

Komitmen Bank Indonesia

Kutipan pernyataan Perry menunjukkan komitmen BI untuk terus memperkuat kebijakan yang diarahkan pada stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut menegaskan peran BI sebagai otoritas moneter yang fokus pada upaya menahan tekanan nilai tukar dan menjaga kepercayaan pasar.

Fokus strategis tanpa rincian

Meski Perry menyebut adanya lima strategi, rincian langkah tersebut tidak diuraikan dalam laporan yang tersedia. Pernyataan publik menekankan bahwa kebijakan BI akan terus diarahkan untuk memperkuat dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa memaparkan detail operasional dari setiap strategi.

Tindak lanjut dan pengawasan

Paparan di Komisi XI merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan komunikasi kebijakan antara BI dan DPR. Langkah-langkah selanjutnya akan mengikuti proses internal BI dan dialog lanjutan dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan tujuan stabilitas tercapai.

Perry Warjiyo menegaskan kembali komitmen BI terhadap stabilitas rupiah, menempatkan upaya penguatan kebijakan sebagai prioritas dalam kerangka menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Sumber: Viva