Anggota DPR mendorong pemerintah memperkuat sektor pariwisata sebagai sumber devisa yang cepat, merata, dan padat karya. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pariwisata dinilai mampu menjadi penyangga sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Menurut legislator, pengembangan pariwisata tidak hanya meningkatkan pemasukan negara, tetapi juga membuka peluang bagi ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tumbuh dan menyerap tenaga kerja.
Dorongan DPR kepada Pemerintah
Senayan meminta Pemerintah memprioritaskan langkah-langkah untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai mesin utama penambah devisa. Upaya tersebut dianggap penting untuk menghadapi fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian pasar global.
Target Kunjungan Wisman 2026
Anggota Komisi VII DPR Gandung Pardiman menyampaikan bahwa Pemerintah telah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 16-17,6 juta orang sepanjang 2026. Dari jumlah itu, potensi devisa yang akan didapat diperkirakan mencapai Rp 375-416…
Manfaat bagi UMKM
Pariwisata disebut dapat menggerakkan ribuan UMKM dengan dampak yang cepat dan menyebar ke berbagai daerah. Aktivitas wisata menstimulasi permintaan jasa dan produk lokal, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil.
Pariwisata sebagai penyangga ekonomi
Di tengah gejolak ekonomi global, penguatan pariwisata dipandang sebagai strategi diversifikasi pendapatan negara. Dengan fokus pada sektor yang padat karya, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memaksimalkan manfaat ekonomi dari sektor ini.
Gandang Pardiman serta pihak di DPR terus mendorong terobosan kebijakan untuk memastikan target dan potensi devisa tersebut dapat direalisasikan secara optimal melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal.
Sumber: Rakyat Merdeka
