Sumbar Dukung Padang Jadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi tingkat internasional oleh UNESCO. Upaya ini menekankan sinergi antara aspek ekonomi, kualitas pangan, dan budaya lokal untuk memperkuat posisi kuliner Padang di kancah dunia.

Dorongan dari Pemprov Sumbar fokus pada tiga pilar utama: penguatan ekosistem UMKM, peningkatan mutu produk pangan, dan pelestarian budaya Minangkabau. Langkah tersebut dilaporkan oleh Mediaindonesia pada 8 Agustus 2026 sebagai bagian dari strategi promosi ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Penguatan Ekosistem UMKM

Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi titik sentral dalam rencana ini. Pemprov Sumbar menempatkan UMKM sebagai aktor utama agar produksi kuliner lokal dapat memenuhi standar pasar internasional sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi daerah.

Peningkatan Kualitas Pangan

Kualitas bahan baku dan produk akhir menjadi perhatian untuk memenuhi persyaratan gastronomi dunia. Peningkatan mutu pangan diarahkan agar produk kuliner Kota Padang dapat bersaing secara internasional tanpa menghilangkan ciri khas rasa dan tradisi setempat.

Pelestarian Budaya Minangkabau

Pelestarian tradisi Minangkabau diposisikan sebagai bagian integral dari upaya menjadikan Padang sebagai kota gastronomi. Nilai-nilai budaya dan proses kuliner lokal diharapkan tetap terjaga sebagai daya tarik sekaligus identitas yang membedakan Padang di mata wisatawan dan pelaku gastronomi internasional.

Peran Pemerintah Daerah

Keterlibatan Pemprov Sumbar meliputi penyusunan kebijakan yang mendukung ketiga pilar tersebut. Pendekatan ini diarahkan agar setiap langkah pengembangan kuliner dan UMKM sejalan dengan tujuan mendapatkan pengakuan UNESCO.

Upaya memperkuat posisi Kota Padang sebagai pusat gastronomi dunia menuntut kolaborasi lintas sektor dan pelaku lokal. Implementasi yang konsisten pada ketiga aspek—UMKM, kualitas pangan, dan pelestarian budaya—diharapkan dapat membawa Padang menuju pengakuan internasional sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Sumber: Mediaindonesia