Saatnya Trans Jateng Layani Koridor Jekuti (Jepara-Kudus-Pati)

Anastasia Yulianti, Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jawa Tengah, mendesak hadirnya layanan Trans Jateng di koridor Jepara–Kudus–Pati (Jekuti). Argumen ini didasari oleh peran kawasan Jekuti yang memberikan kontribusi PDRB signifikan bagi Provinsi Jawa Tengah, khususnya dari sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.

Kebutuhan jaringan transportasi publik yang terintegrasi dinilai penting untuk menunjang mobilitas penduduk dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Data 2025 menunjukkan PDRB Kabupaten Kudus tercatat sebesar Rp 132.316,91 miliar, menempatkan kabupaten ini sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di Jawa Tengah.

Kekuatan ekonomi koridor Jekuti

Koridor Jepara, Kudus, dan Pati memiliki basis ekonomi yang kuat pada industri pengolahan, perdagangan, dan sektor jasa. Kondisi ini mendorong arus barang dan orang yang intens, sehingga menuntut tersedianya moda angkutan publik yang andal dan kapasitas angkut memadai.

Kebutuhan transportasi publik terintegrasi

Trans Jateng sebagai jaringan transportasi antarkota berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, memperlancar konektivitas antarkabupaten, dan meningkatkan efisiensi perjalanan harian. Integrasi rute, jadwal, dan tarif menjadi aspek penting agar layanan dapat menjangkau berbagai pusat kegiatan ekonomi di Jekuti.

Manfaat kehadiran Trans Jateng di Jekuti

Penerapan layanan Trans Jateng di koridor ini dapat memberikan beberapa keuntungan, antara lain memperbaiki aksesibilitas tenaga kerja ke pusat-pusat industri, mendukung distribusi perdagangan antardaerah, serta mengurangi kemacetan dan emisi akibat penggunaan kendaraan pribadi. Peningkatan akses transportasi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor jasa lokal.

Langkah implementasi dan tantangan

Pelaksanaan layanan angkutan antarkota memerlukan perencanaan rute yang selaras dengan pola mobilitas, koordinasi antar pemerintah kabupaten/kota, serta keterlibatan operator dan pemangku kepentingan lokal. Tantangan yang perlu diperhatikan meliputi kebutuhan investasi infrastruktur, keberlanjutan operasional, dan penerimaan masyarakat terhadap perubahan pola transportasi.

Desakan agar Trans Jateng hadir di koridor Jekuti menggarisbawahi perlunya strategi transportasi publik yang menyesuaikan dengan kekuatan ekonomi daerah. Pendekatan terintegrasi dan partisipasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan ini dapat berdampak positif bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal. Sumber: Rakyat Merdeka, 13 Juli 2026. Ditulis oleh Anastasia Yulianti, Sekretaris MTI Wilayah Jawa Tengah.

Sumber: Rakyat Merdeka