Arab Saudi meluncurkan maskapai nasional keduanya, Riyadh Air, hari ini setelah proses yang sempat tertunda lebih dari setahun. Peluncuran ini menjadi langkah besar pemerintah meski terjadi dalam situasi penuh tantangan.
Penerbangan perdana menggunakan Boeing 787 Dreamliner lepas landas dari Riyadh menuju London pada pukul 2.30 pagi. Upaya meluncurkan layanan komersial berlangsung di tengah tekanan ekonomi dan persaingan regional.
Penerbangan perdana Riyadh Air
Penerbangan awal Riyadh Air menghubungkan ibukota Saudi dengan London, menandai dimulainya operasi maskapai nasional kedua negara itu. Rute perdana dioperasikan dengan satu unit Boeing 787 Dreamliner yang meninggalkan bandara di Riyadh pada pukul 2.30 pagi.
Penundaan peluncuran
Rencana peluncuran Riyadh Air mengalami keterlambatan lebih dari setahun. Penundaan tersebut menunda realisasi target awal maskapai untuk segera beroperasi, sehingga peluncuran baru terealisasi hari ini.
Tantangan ekonomi dan persaingan
Peluncuran berlangsung meski Arab Saudi menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat perang di Asia Barat. Selain kondisi makro yang tidak stabil, Riyadh Air juga harus bersaing ketat dengan maskapai besar di kawasan Teluk yang sudah mapan.
Riyadh Air memulai operasinya pada saat pasar penerbangan regional berada di bawah tekanan, namun peluncuran ini juga menunjukkan niat pemerintah untuk memperkuat konektivitas internasional melalui maskapai kebanggaan baru tersebut.
Sumber: Utama
