AI Jadi Kompetensi Strategis di Dunia Bisnis

Artificial Intelligence (AI) tidak lagi sebatas teknologi masa depan, melainkan telah berubah menjadi kompetensi strategis yang menentukan daya saing pelaku usaha. Pernyataan ini disampaikan Prof. Dr. Ahmad Hidayat Sutawidjaya, dosen Universitas Esa Unggul, saat menjadi narasumber dalam sebuah webinar nasional.

Webinar bertajuk “Empowering Young Entrepreneurs in the Era of Digital Transformation 5.0: From Passion to Action” digelar oleh Program Studi S1 Bisnis Universitas STEKOM pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan itu menghadirkan diskusi mengenai peran transformasi digital dan kemampuan baru yang perlu dimiliki pengusaha muda di era modern.

AI sebagai kompetensi strategis

Prof. Ahmad Hidayat menekankan bahwa AI tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai teknologi tambahan. Menurutnya, penguasaan AI kini menjadi unsur penting yang memengaruhi daya saing organisasi dan pelaku bisnis dalam menghadapi transformasi digital.

Relevansi bagi dunia usaha

Dalam pemaparannya pada webinar, narasumber menautkan posisi AI dengan kebutuhan dunia usaha yang terus berubah akibat perkembangan teknologi. Hal ini membuka peluang serta tantangan baru bagi pengusaha—terutama generasi muda—untuk memanfaatkan kemampuan digital secara strategis.

Tentang webinar dan penyelenggara

Acara yang mengangkat tema Digital Transformation 5.0 itu diselenggarakan oleh Program Studi S1 Bisnis Universitas STEKOM. Kegiatan bertujuan memberdayakan wirausahawan muda melalui pemahaman dan tindakan nyata dalam menghadapi era digital.

Narasumber dan afiliasi

Pembicara utama adalah Prof. Dr. Ahmad Hidayat Sutawidjaya dari Universitas Esa Unggul. Ia hadir sebagai narasumber pada sesi yang dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, dan menyampaikan pentingnya AI sebagai kompetensi strategis bagi dunia usaha.

Pernyataan Prof. Ahmad pada webinar ini menegaskan pergeseran peran AI dari sekadar inovasi teknologi menjadi kemampuan inti yang perlu dimiliki oleh pelaku bisnis bila ingin tetap kompetitif di era transformasi digital.

Sumber: Rakyat Merdeka