Riset Kemdiktisaintek Ungkap Strategi Tangani PMI Korban Scammer

JAKARTA — Maraknya kasus pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban praktik online scammer di Kamboja mendorong terbitnya sebuah penelitian melalui hibah Kemdiktisaintek.

Penelitian itu fokus menelaah strategi komunikasi politik pemerintah dalam upaya penanganan korban. Studi ini berangkat dari kekhawatiran terkait keselamatan PMI dan keterlibatan platform daring dalam modus penipuan tersebut.

Lonjakan Kasus PMI di Kamboja

Perhatian terhadap fenomena PMI yang terjebak modus online scammer meningkat seiring laporan-laporan kejadian di Kamboja. Kondisi ini menjadi pemicu utama lahirnya riset yang didanai melalui skema hibah Kemdiktisaintek.

Ruang Lingkup Riset Hibah Kemdiktisaintek

Riset ini dirancang untuk menggali bagaimana komunikasi politik pemerintah dapat diorganisir atau diperkuat dalam konteks penanganan PMI korban penipuan online. Penelitian dijalankan sebagai respons terhadap peristiwa yang mengemuka dan bertujuan memberikan pemahaman yang lebih sistematis.

Fokus pada Komunikasi Politik Pemerintah

Tim peneliti menempatkan strategi komunikasi politik sebagai titik sentral kajian, menilai peran pesan publik, koordinasi antarinstansi, serta pendekatan komunikasi yang relevan untuk menyikapi kasus-kasus yang melibatkan warga negara di luar negeri.

Potensi Dampak bagi Penanganan PMI

Meski hasil rinci riset belum dipaparkan secara luas, penelitian ini diharapkan memberi masukan terhadap upaya penanganan korban dan penguatan komunikasi pemerintah yang berkaitan dengan perlindungan PMI di luar negeri.

Penelitian tersebut dilaporkan oleh Jpnn pada 8 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan yang muncul akibat praktik penipuan online terhadap pekerja migran Indonesia di Kamboja.

Sumber: Jpnn