Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan akan mengusir warga Israel yang tinggal dalam proyek komunitas teknologi swasta di negara bagian Johor. Sikap tegas ini diambil meski, menurut laporan, ada tekanan dari Amerika Serikat.
Kementerian Dalam Negeri Malaysia dikabarkan membuka penyelidikan resmi terhadap proyek bernama Network School, komunitas bagi para profesional digital yang didirikan oleh seorang mantan Chief Technology Officer. Perkembangan ini dilaporkan Middle East Monitor dan diberitakan oleh Rakyat Merdeka.
Penyelidikan terhadap Network School
Kementerian Dalam Negeri telah memulai pemeriksaan atas proyek Network School di Johor. Pemeriksaan itu fokus pada keberadaan komunitas teknologi yang menarik perhatian pemerintah karena adanya warga negara Israel yang tinggal di lokasi tersebut.
Sikap tegas Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim menyatakan warga Israel yang berada dalam komunitas tersebut akan dikeluarkan dari Malaysia. Menurut laporan, Perdana Menteri tidak tergoyahkan oleh upaya gertakan dari pihak luar, termasuk Amerika Serikat.
Kontroversi kehadiran warga Israel
Kehadiran warga Israel di proyek komunitas teknologi swasta memicu kekhawatiran dan respons dari pihak berwenang Malaysia. Program Network School, yang menyasar profesional digital, kini berada di bawah sorotan akibat isu kewarganegaraan penghuninya.
Pelaporan dan sumber
Informasi mengenai penyelidikan dan sikap pemerintah terhadap keberadaan warga Israel di Network School dilaporkan oleh Middle East Monitor dan diberitakan oleh Rakyat Merdeka pada 26 Juli 2026. Detail lebih lanjut menunggu hasil resmi dari Kementerian Dalam Negeri.
Perkembangan kasus ini akan bergantung pada temuan penyelidikan dan keputusan pemerintah berikutnya, sementara pemerintah pusat menegaskan prioritas penegakan kebijakan terkait izin tinggal dan keamanan di wilayahnya.
Sumber: Rakyat Merdeka
