Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) memberikan sambutan positif terhadap kebijakan pemerintah yang menurunkan harga regasifikasi gas alam cair (LNG) untuk sektor industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Selain itu, peningkatan alokasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menjadi 50 persen juga dinilai memberi efek strategis bagi pelaku industri keramik nasional.
Menurut ASAKI, langkah ini dapat membantu memperbaiki posisi kompetitif industri keramik di pasar domestik dan regional. Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto menyampaikan bahwa kebijakan itu memberikan kepastian bagi pelaku industri yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan akibat …
Rincian kebijakan harga LNG dan HGBT
Kebijakan yang disambut ASAKI mencakup dua poin utama: penetapan harga regasifikasi LNG untuk industri pada level 13 dolar AS per MMBTU dan peningkatan porsi alokasi HGBT menjadi 50 persen. Perubahan ini diarahkan untuk meringankan beban biaya operasional sektor industri yang memanfaatkan gas alam cair.
Respons dan harapan ASAKI
ASAKI menilai kebijakan tersebut penting karena memberi kepastian pasokan dan harga energi bagi pelaku industri. Organisasi ini berharap kepastian tersebut mendorong perencanaan usaha yang lebih baik serta mencegah gangguan produksi akibat fluktuasi biaya energi.
Dampak terhadap daya saing industri keramik
Dengan penurunan harga LNG dan peningkatan alokasi HGBT, ASAKI melihat peluang bagi produsen keramik untuk menurunkan biaya produksi sehingga mampu bersaing lebih baik. Perbaikan struktur biaya energi dianggap salah satu faktor yang dapat meningkatkan kapabilitas ekspor dan ketahanan industri dalam jangka menengah.
Kondisi pelaku industri saat ini
Menurut pernyataan ASAKI, pelaku industri keramik mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan harga dan alokasi gas yang baru diharapkan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menata kembali strategi produksi dan investasi.
Langkah pemerintah ini mendapat perhatian dari pelaku industri dan asosiasi terkait; ASAKI berharap kebijakan tersebut diterjemahkan dalam implementasi yang konsisten sehingga manfaatnya dirasakan sepanjang rantai pasokan industri keramik.
Sumber: Rakyat Merdeka
