REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik terus menunjukkan pertumbuhan investasi meski menghadapi ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia. Hingga triwulan I 2026, total investasi kumulatif di kawasan ini mencapai Rp113 Triliun dan kawasan tersebut telah menyerap sekitar 45 ribu tenaga kerja.
Data tersebut menegaskan bahwa KEK Gresik tetap menjadi magnet investasi di tengah dinamika ekonomi internasional. Angka investasi dan penyerapan tenaga kerja mencerminkan peran kawasan ini dalam menyokong aktivitas ekonomi regional.
Pertumbuhan Investasi di Tengah Ketidakpastian
Kinerja investasi di KEK Gresik tetap kuat hingga triwulan I 2026, dengan total kumulatif mencapai Rp113 Triliun. Pencapaian ini terjadi meski kondisi global sempat tertekan oleh faktor geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
Penyerapan Tenaga Kerja
Sampai periode yang sama, KEK Gresik tercatat menyerap sekitar 45 ribu tenaga kerja. Angka ini menunjukkan kontribusi kawasan terhadap kesempatan kerja di wilayah setempat.
Dampak Kondisi Global
Ketidakpastian internasional yang dipicu oleh tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia menjadi latar tantangan eksternal. Meski demikian, aliran investasi ke KEK Gresik berlanjut, menandakan adanya kepercayaan investor terhadap proyeksi ekonomi kawasan.
Implikasi untuk Ekonomi Regional
Pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja di KEK Gresik memiliki implikasi penting bagi perekonomian daerah. Angka-angka tersebut menunjukkan potensi kawasan dalam mendukung aktivitas industri dan menyerap tenaga kerja lokal.
KEK Gresik tetap menjadi contoh bagaimana sebuah kawasan ekonomi dapat mempertahankan daya tarik investasi di tengah gejolak global. Data sampai triwulan I 2026 memperlihatkan peran signifikan kawasan ini dalam menyokong lapangan kerja dan arus modal di tingkat regional.
Sumber: Republika Online
