Menteri Ekraf Resmikan Restoran Sederhana di Singapura

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meresmikan Restoran Sederhana Singapura yang berlokasi di kawasan Kampong Glam, Minggu (14/6/2026). Peresmian ini menandai langkah pemerintah dalam mendukung penetrasi kuliner Indonesia ke kancah internasional.

Restoran yang menghadirkan masakan khas Minang itu dinilai strategis untuk memperkuat posisi subsektor kuliner sebagai penggerak ekonomi kreatif nasional. Kehadiran outlet di Singapura diharapkan membuka peluang baru bagi produk kuliner Tanah Air di pasar luar negeri.

Peresmian di Kampong Glam

Acara peresmian berlangsung di kawasan Kampong Glam, yang dikenal sebagai salah satu pusat budaya dan kuliner di Singapura. Dengan membuka cabang di lokasi tersebut, Restoran Sederhana menempatkan kuliner Minang dalam konteks pasar internasional yang ramai dikunjungi wisatawan dan komunitas lokal.

Langkah Perluasan Kuliner Indonesia

Menurut pemerintah, upaya membuka gerai di luar negeri merupakan bagian dari strategi memperluas penetrasi kuliner Indonesia. Ekspansi seperti ini dianggap mampu meningkatkan daya saing produk kuliner sekaligus memperkenalkan citarasa nusantara ke khalayak global.

Kuliner sebagai Instrumen Diplomasi dan Ekonomi Kreatif

Menanggapi peresmian tersebut, Teuku Riefky menyatakan bahwa “kuliner tidak hanya berfungsi sebagai produk ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi …”. Pernyataan ini menekankan peran ganda kuliner dalam memajukan ekonomi sekaligus memperkuat hubungan budaya antarnegara.

Penguatan Sub-sektor Kuliner

Dengan hadirnya representasi kuliner Indonesia di luar negeri, subsektor kuliner diharapkan turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong kontribusi kuliner dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai ekspor layanan serta produk kreatif.

Peresmian Restoran Sederhana di Singapura menjadi salah satu bukti nyata inisiatif promosi kuliner Indonesia ke pasar internasional, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan merek kuliner nusantara di luar negeri.

Sumber: Rakyat Merdeka