PT Patra Drilling Contractor (PDC) menggelar pelatihan bagi warga di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, untuk mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai. Kegiatan ini bagian dari upaya membekali keterampilan baru bagi masyarakat setempat.
Program bertajuk TJSL MALIKA 2.0 (Mari Kelola Jelantah Kita) dilaksanakan pada 14–16 Juli 2026. Sebanyak 25 peserta dari Desa Bangko Bakti, Desa Bangko Jaya, dan Desa Bangko Permata mengikuti rangkaian pelatihan tersebut.
Inisiatif TJSL MALIKA 2.0 oleh PDC
Program TJSL MALIKA 2.0 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Patra Drilling Contractor (PDC) untuk mendorong pengelolaan minyak jelantah secara produktif. Nama program ini menggarisbawahi upaya pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai tambah.
Peserta dan lokasi pelatihan
Pelatihan diikuti 25 warga yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Bangko Pusako: Desa Bangko Bakti, Desa Bangko Jaya, dan Desa Bangko Permata. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 14–16 Juli 2026.
Produk yang diajarkan: lilin aromaterapi dan sabun
Peserta dibekali keterampilan untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun. Pelatihan menekankan pemanfaatan kembali bahan sisa rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Tujuan dan harapan program
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan baru kepada warga sehingga minyak jelantah tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai. Program diharapkan membantu meningkatkan kapasitas lokal dalam pengelolaan sampah dan membuka peluang ekonomi skala kecil.
Pelatihan TJSL MALIKA 2.0 menunjukkan upaya kolaboratif untuk mengubah pendekatan terhadap limbah rumah tangga di Rokan Hilir, dengan fokus pada penerapan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat setempat.
Sumber: Rakyat Merdeka
