Pemerintah Provinsi Banten sedang menelaah langkah untuk menangani kuota SPMB Jalur Afirmasi yang belum terisi karena data desil calon peserta belum tersedia. Kekosongan kuota ini memicu kajian agar penempatan penerima afirmasi tetap berdasarkan data yang valid.
Menurut pemprov, daerah tidak dapat langsung menerima siswa yang belum memiliki data desil karena harus ada dasar yang jelas untuk memastikan tingkat kesejahteraan keluarga calon peserta. Penilaian ini diperlukan agar alokasi jalur afirmasi tepat sasaran.
Masalah data desil dalam jalur afirmasi
Ketiadaan data desil membuat sebagian kuota jalur afirmasi tidak dapat diisi. Data desil menjadi rujukan untuk menentukan kelayakan calon penerima afirmasi berdasarkan tingkat kesejahteraan keluarga.
Posisi Pemerintah Provinsi Banten
Pemprov Banten menegaskan tidak bisa serta-merta menerima calon tanpa data desil. Pemerintah daerah menekankan pentingnya dasar yang valid sebelum melakukan penerimaan melalui jalur afirmasi.
Dampak terhadap calon siswa
Kondisi ini berpotensi menunda proses penempatan bagi calon yang berhak menerima afirmasi namun belum tercatat dalam data desil. Kejelasan data menjadi syarat agar bantuan dan kuota afirmasi tepat kepada keluarga yang membutuhkan.
Pemprov mengkaji solusi
Pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji berbagai alternatif untuk menyelesaikan masalah kuota yang tak terisi. Kajian difokuskan pada upaya memastikan validitas data sekaligus menjaga keadilan dalam distribusi jalur afirmasi.
Perkembangan lebih lanjut terkait hasil kajian dan langkah pemprov akan mengikuti proses evaluasi internal yang sedang berjalan.
Sumber: Koran Jakarta ®
