Prabowo: Ribuan Triliun Kekayaan Negara Lenyap

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa terdapat kebocoran besar dalam perekonomian nasional yang merugikan negara. Pernyataan itu menyoroti besarnya nilai kekayaan yang hilang setiap tahunnya.

Menurut pemberitaan Viva pada 20 Juli 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa masalah ini berkaitan dengan praktik-praktik yang merugikan tata kelola ekonomi negara.

Kutipan utama pernyataan Prabowo

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan, “ribuan triliun kekayaan negara tiap tahun lenyap karena praktek-praktek penyelewengan hingga penyelundupan dalam perekonomian Indonesia.” Pernyataan tersebut menjadi inti dari perhatian yang ia ungkapkan terkait kondisi pengelolaan aset negara.

Fokus pada penyelewengan dan penyelundupan

Prabowo menekankan dua kategori praktik yang disebutnya sebagai penyebab utama hilangnya kekayaan negara: penyelewengan dan penyelundupan. Pernyataan ini menempatkan sorotan pada aktivitas ilegal yang dianggap menggerus potensi penerimaan negara dan aset publik.

Implikasi bagi perekonomian

Pernyataan Presiden mengindikasikan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang dari kebocoran sumber daya negara. Meski tanpa merinci angka atau sektor spesifik, pernyataan tersebut menggarisbawahi urgensi pengelolaan yang lebih ketat agar sumber daya negara dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Publikasi dan rujukan

Pernyataan itu dilaporkan oleh Viva pada 20 Juli 2026 pukul 08:46:42. Liputan tersebut mencatat perhatian Presiden terhadap fenomena kebocoran kekayaan negara yang terjadi tiap tahun.

Pernyataan Presiden Prabowo ini memicu perhatian terhadap upaya pengawasan dan penegakan hukum yang diperlukan untuk mencegah aliran kekayaan publik yang keluar dari sistem ekonomi nasional.

Sumber: Viva