Perang Timur Tengah Mereda, BI Pertahankan Proyeksi 3%

Bank Indonesia tidak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan tetap rendah, yaitu sebesar 3 persen. Kondisi ini dipertahankan meski terjadi meredanya konflik di Timur Tengah, menurut pelaporan Republika pada 18 Juni 2026 dari Jakarta.

Keputusan BI mempertahankan angka proyeksi itu diambil di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih membayangi pemulihan global. Meski salah satu sumber ketegangan mereda, tekanan terhadap outlook global dinilai belum sepenuhnya hilang.

Proyeksi BI untuk pertumbuhan global

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 3 persen. Angka ini menunjukkan pandangan BI bahwa momentum pemulihan global masih terbatas dan rentan terhadap gangguan eksternal.

Meredanya konflik di Timur Tengah

Perkembangan meredanya perang di Timur Tengah tercatat sebagai faktor positif dari sisi stabilitas geopolitik. Namun BI menilai pelemahan konflik tersebut belum cukup untuk mengubah penilaian atas prospek pertumbuhan global secara signifikan.

Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik

BI menempatkan keadaan ekonomi global dalam kategori risiko yang masih tinggi karena kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik. Kondisi ini menjadi dasar bagi langkah kehati-hatian dalam menyusun proyeksi dan kebijakan makroprudensial.

Implikasi bagi kebijakan

Dengan proyeksi global yang tetap rendah, BI kemungkinan akan terus mempertimbangkan kondisi eksternal saat mengevaluasi kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi. Penilaian atas risiko global tetap menjadi unsur penting dalam perumusan kebijakan.

Laporan Republika yang mengutip pernyataan BI pada 18 Juni 2026 menunjukkan bahwa meskipun ada perbaikan di satu front geopolitik, tekanan terhadap prospek pertumbuhan masih terasa sehingga proyeksi 3 persen dipertahankan.

Sumber: Republika Online