Pertamina Gelar P3DN Summit 2026 Perkuat Industri Nasional

Pertamina menggelar P3DN Summit 2026 sebagai bagian upaya memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global. Kegiatan ini menegaskan peran perusahaan dalam mendukung pengembangan industri dalam negeri dan peningkatan nilai tambah produk nasional.

Penyelenggaraan P3DN Summit 2026 dilaporkan sejalan dengan visi pembangunan nasional yang termuat dalam Asta Cita Pemerintah. Forum ini menempatkan hilirisasi, peningkatan nilai tambah industri, dan kemandirian ekonomi sebagai fokus utama pembahasan, menurut laporan Jawa Pos pada 23 Juli 2026.

Sinergi P3DN Summit dengan Asta Cita Pemerintah

Pertamina memposisikan P3DN Summit sebagai wadah yang mendukung tujuan strategis Asta Cita Pemerintah. Agenda summit menekankan perlunya kebijakan dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat rantai nilai nasional agar sejalan dengan arahan pembangunan jangka menengah dan panjang.

Penekanan pada Hilirisasi Industri

Salah satu tema sentral pada P3DN Summit adalah percepatan hilirisasi. Upaya hilirisasi diarahkan untuk mengolah bahan baku dalam negeri menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi industri dan masyarakat.

Meningkatkan Nilai Tambah dan Kapasitas Industri

Pembahasan dalam forum ini menitikberatkan pada strategi meningkatkan nilai tambah produk industri nasional. Fokusnya mencakup penguatan teknologi, peningkatan kualitas produk, dan pengembangan rantai pasok yang mendukung penguatan daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Nasional

P3DN Summit 2026 juga diarahkan untuk mendukung tercapainya kemandirian ekonomi. Dengan memperkuat industri dalam negeri dan memperbesar porsi produk bernilai tambah, diharapkan ketergantungan pada impor dapat berkurang dan ketahanan ekonomi nasional semakin kuat.

Penyelenggaraan acara ini dinilai relevan dengan upaya meningkatkan posisi industri Indonesia di panggung global, sekaligus memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain dalam mendukung pembangunan industri nasional.

Sumber: Jawapos