Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengimbau para bupati untuk segera mencari sumber pendapatan alternatif di tengah tantangan geopolitik yang terus bergeser. Pemerintah daerah diminta menata sumber pembiayaan agar kemampuan fiskal daerah tidak mudah terganggu oleh kondisi global.
Selain itu, Wamendagri menekankan pentingnya menjaga integritas pemerintahan lokal dan memperkuat inovasi. Upaya ini dinilai krusial untuk meningkatkan kemandirian fiskal, memperbaiki kualitas pelayanan publik, dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Siaran pers terkait pernyataan tersebut dilaporkan oleh Koran Jakarta pada 3 Juli 2026.
Tantangan geopolitik dan tekanan fiskal daerah
Pergeseran kondisi geopolitik disebut memberi tekanan pada aliran pendapatan daerah. Dalam situasi seperti ini, Wamendagri mengingatkan bahwa ketergantungan pada sumber pendapatan tradisional berisiko membuat daerah rentan terhadap guncangan eksternal.
Kebutuhan mencari alternatif pendapatan
Wamendagri mendorong kepala daerah untuk aktif mencari dan mengembangkan alternatif pendapatan. Tujuannya agar daerah memiliki ruang fiskal lebih besar untuk membiayai program publik tanpa selalu mengandalkan transfer dari pusat.
Peran inovasi dalam pelayanan publik
Penguatan inovasi di lingkungan pemerintahan daerah dianggap penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Menurut Wamendagri, inovasi juga menjadi alat untuk memperkuat basis ekonomi lokal sehingga mendukung kemandirian fiskal jangka panjang.
Menjaga integritas sebagai fondasi pembangunan
Integritas kepala daerah dan aparatur menjadi aspek yang mendapat sorotan. Wamendagri menilai integritas diperlukan agar upaya meningkatkan pendapatan dan inovasi dapat berjalan transparan dan akuntabel, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Langkah yang disarankan Wamendagri ini bertujuan menguatkan ketahanan fiskal dan kualitas pemerintahan daerah, sehingga pembangunan dapat berlangsung lebih berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika global.
Sumber: Koran Jakarta ®
